Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Inih benar-benar mengharukan, karena dalam waktuh tiga mingguh sejak kapeh D’Jengkol ini dibuka, sudah tiga kali kapeh inih diliput stasiun tipih yang semuanyah dari Jekardah, dan mereka datang tak dijemput pulang tak diantar, alias kita gak pernah minta diliput tapi mereka yang menghubungi kamih. Sehingga pada hari senin siang tanggal 29 Desember 2014, kru Trans TV datang ke kapeh kamih untuk liputan acara Indonesia Punya Cerita.

D'Jengkol di Trans TV

Liputan kali inih agak berbeda dengan liputan-liputan sebelumnyah yang dilakukan oleh Trans 7 ataupun RTV, karena selain durasinya lebih panjang (konon katanyah bisa nyampeh 7 menitan), format liputannyah juga melibatkan pengunjung kapeh yang sedang makan.

Liputan TransTV D'Jengkol

Seperti biasah, liputan dimulei dengan suting proses masak yang dilakukan oleh ibundah tercintah. Btw, inih anak-anaknyah pada kemanah yak? Ibunyah mulu yang tampil wkwkwk.

Kemudian liputan dilanjutkan dengan suting adegan dewasa, yaituh para pengunjung di close up waktu melahap kepingan jengkol dalam gerakan slow motion sehingga keliatan banget merem meleknyah. Lalu tiba-tiba angin berhembus, daun-daun berguguran, burung-burung beterbangan, dan tahu-tahu para pengunjung sudah berjingkrak beriringan karena mendadak menjadi penari latar mengiringi kamih yang entah kenapah jadi lari-lari keliling pohon.

Semur jengkol enak di Bandung

Tidak, tidak, ituh lebay. Selanjutnyah…nah inih yang berbedah dengan sebelumnyah, ada adegan wawancarah dengan pengunjung yang diwakili oleh seorang pengunjung bening, kulitnyah putih, rambutnyah panjang, punggungnyah bolong…(lho?)

Gak ding, entah apah alasan kru tipih memilih si neng bening inih untuk wawancarah, mungkin karena gak lazim ada cewek bening makan jengkol. Apalagi waktuh diwawancarah si neng bening inih terang-terangan bilang suka jengkol. Nah, inih membuktikan bahwa jengkol bukanlah makanan orang kampung, bukan makanan kelas bawah, tapi juga disukai kalangan kelas atas dan yang bening-bening, cuma mereka gak pernah terang-terangan ajah kalo mereka sebenarnyah adalah jengkolers sejatih.

Rumah makan jengkol bandung

Yang jelas kamih senang karena bagi kamih inih adalah rekor, diliput tiga stasiun tipih dalam waktu yang berdekatan hanya dalam waktuh 3 mingguh setelah loncing.

Harapan kamih sederhana ajah, kamih akan senang jika kapeh D’Jengkol inih dikenal orang banyak, walaupun mungkin bukan satu-satunya yang punya menu jengkol paling enak di Bandung, mungkin kami bukanlah raja jengkol Bandung, tapi kamih berharap kapeh inih bisa menjadi salah satu ikon kota Bandung, sehingga ketika ada orang luar kota menanyakan di mana bisa beli atau makan semur jengkol paling enak di Bandung, maka orang Bandung akan merekomendasikan D’Jengkol Cafe Resto sebagai salah satu rumah makan jengkol Bandung.

Ituh!

Terima kasih kami ucapkan pada Trans TV yang sudah bersedia datang jauh-jauh meliput kapeh kamih. Semoga Trans TV makin berjaya, makin sukses dan bahagia seluruh staf dan jajaran direksinyah. Aamiin.

Raja jengkol Bandung

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail