Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Awal januari lalu, kapeh D’Jengkol sempat dibuat ketar ketir karena mendadak omset menurun selama kurang lebih 2 minggu! Rupanya bukan kapeh D’Jengkol sajah yang menyepi, kapeh tetangga pun bibik-bisikmenyatakan kesepiannya. Dan menurut laporan rekan-rekan seperjuangan, konon tempat kuliner lain pun mengalami hal serupa.

Lantas, apa yang terjadi sodarah-sodarah?

Beberapa pengamat kondang pun (temen2 nongkrong yang cocok jadi komentator)
meluncurkan analisis dan komentarnya yang konon tajam.
“biasa mang, pola awal tahun. baru buka anggaran lagih. Bukan cuma kuliner sajah, semua bisnis kena imbas, ko,”
penjelasan yang cukup menyejukan. Tapi sayah tidak puas begitu sajah. emang klo awal taun orang-orang pada puasa makan juga yah? komen sayah dalam hati.

Tapi dari sekian komen yang hinggap ke telinga, ada satu komen yang cukup ninju dari salah seorang
pengunjung. Begitu masuk kapeh tanpa banyak basa-basi langsung menodongkan pertanyaan.
“Gimana kapeh? Sepi yah? Ini semua gara-gara kebijakan Donald Trump!”
“Lha, ko bisa, Pak?”
“Iya lah, kebijakan nya itu berpengaruh global ekonomi, termasuk kuliner. Saya juga sempat liat tempat-tempat makan lain pada sepi,” ujarnya ketus
“Mr. Donal Tram! Apa salah sayaaah?” *Kulit menghijau, berubah jadi Hulk

Pemirsah, kejadian di atas merupakan dinamika dalam sebuah usaha, apa pun bidangnya, pastilah pernah mengalami naik turun. Kejadian nya bisa kapan sajah, di mana sajah, dan penyebabnya bisa dikaitkan dengan apa sajah 😀

Pesan moral dari kisah inih adalah, kita sebagai pelaku usaha harus siap mengalami kondisi seperti kisah mengharukan di atas. Momen tersebut membuat kami belajar banyak dalam mengelola usaha. Tidak harus ketar ketir, tapi kreatip berpikir. Tidak mengutuk keadaan, tapi memperbaiki keadaan. Terus evaluasi dan terus perbaiki. Setujuh??

Inspirasi mantab jiwa ini dipersembahkan oleh :

D’Jengkol Kapeh Restoh

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail