Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Rendang, siapa yang tidak familiar dengan masakan istimewa yang satu ini. Rendang umumnya kita kenal berasal dari tanah minang sumatera barat. Jenis lauk yang special ini sudah banyak digemari para pecinta kuliner dari berbagai nusantara bahkan sudah tercium hingga ke manca negara. Lalu, apa saja sih bahan masakan yang bisa diolah menjadi rendang? Bahan-bahan masakan yang biasa diolah menjadi rendang diantaranya adalah daging sapi, daging ayam, belut, daun pakis, dan jengkol. Dari beberapa jenis rendang tersebut mana yang paling special, tentu jengkol betul tidak? Hehe…iya dong. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tentang rendang jengkol dan seperti apa kehebatannya.

Rendang jengkol tidak jauh berbeda dengan rendang ayam atapun daging sapi pada umumnya. Cara memasak rendang ini tidak jauh berbeda. Perbedaanya hanya terdapat pada proses merebus jengkolnya saja. Jika daging sapi atau ayam bisa langsung di campur dengan bumbu rendangnya, namun pada saat memasak jengkol perlu dilakukan proses perebusan jengkolnya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bau atau aroma khas alami jengkol dan agar membuat jengkol lebih empuk dan kenyal.

Biasanya rendang jengkol terbagi menjadi dua jenis masakan rendang yaitu rendang jengkol basah dan rendang jengkol kering. Yang dimaksud dengan rendang jengkol basah adalah rendang tersebut basah dengan kuah kental kari yang berwarna kecoklatan dan sedikit berminyak kemerah-merahan atau kecoklat-coklatan. Bisa bayangin nikmatnya rendang jengkol basah ini dipadu dengan nasi hangat dan kerupuk sudah cukup mewakili sajian santap siang yang lebih dari istimewa. Kekurangan daripada jenis rendang jengkol basah ini tidak tahan lama yaitu sekitar2-3 hari tapi, jika disimpan dalam lemari es bisa tahan berminggu-minggu cara menghidangkannya juga cukup mudah tinggal panaskan sebentar lalu siap disantap.

Kemudian yang kedua adalah rendang jengkol kering, rendang jengkol kering adalah rendang jengkol yang dimasak hingga kuah basah tersebut mongering, melekat, menyatu dan meresap bumbu rendangnya ke dalam setiap keping jengkol sehingga kuah kari yang basah tersebut mongering kehitam-hitaman. Sensasi makan rendang jengkol kering ini lebih fantastis dan lebih nikmat karena kita akan merasakan kenyalnya daging jengkol rendang yang rasanya lebih nikmat daripada daging sapi. Tidak percaya, perlu mencoba dan rasakan betapa nikmatnya rendang jengkol tersebut. Kelebihan dari rendang jengkol kering ini bisa tahan hingga satu minggu lebih bahkan bisa berbulan-bulan jika disimpan dalam kulkas itu jika kalau tidak habis dimakan yah…

Baik rendang jengkol basah atau kering, keduanya sama-sama nikmat, sama-sama lezat dan tetap menjadi olahan masakan jenis rendang yang istimewa. Saya jamin temen-temen yang hobi dan fans berat rendang pasti akan jatuh cinta dengan rendang jengkol yang belum kita sadari bahwa makanan ini adalah makanan yang super lezat yang ada di bumi Indonesia. Perlu diingat juga oleh para pecinta jengkol bahwa semua jenis olahan jengkol apabila tersimpan makin lama makin nikmat dan kenyal.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail